Festival Angklung 2017, Komiten Memelihara Warisan Budaya Dunia

www.bangsatruk.com – Pemerintah Propinsi Jawa Barat lewat Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Jawa Barat mengadakan Festival Angklung Jawa Barat 2017. Penyelenggaraan adalah bukti pemerintah Jawa Barat memiliki komitmen melestarikan kesenian tradisionil angklung.

Festival Angklung 2017, Komiten Memelihara Warisan Budaya Dunia

Festival Angklung 2017, Komiten Memelihara Warisan Budaya Dunia

“Festival adalah bukti kuat kami (Pemprov Jawa barat) sampai saat ini masih tetap pelihara (angklung) mulai sejak di diputuskan jadi Warisan Budaya Dunia Tidak Benda atau Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh Unesco,
16 November 2010 kemarin. Lewat festival, pasanggiri maupun lomba diinginkan pergantian serta pewarisan kesenian angklung jadi warisan budaya tetaplah terpelihara, ” tutur Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Jawa Barat Ida Hernida, disela rangkaian Festival Angklung Jawa Barat 2017, Senin, 18 Desember 2017, di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat.

Dalam usaha tingkatkan animo kesenian angklung, menurut Ida Hernida, aktor seni dalam mengenalkan mesti lakukan beragam usaha. Terkecuali inovasi pada kesenian angklung tradisionil, juga jadikan angklung jadi kesenian moderen yang bisa di terima generasi muda di daerah ataupun di perkotaan.

Terkecuali lewat festival, pasanggiri serta lomba, menurut Ida, prinsip kuat pihaknya untuk melestarikan kesenian angklung budaya juga diusahakan supaya masuk muatan lokal sekolah.

“Setidaknya ada dua kesenian, angklung serta pencak silat yang aku usahakan supaya dimasukan dalam kurikulum muatan lokal, karna bagaimanapun bila diharuskan tentu seni budaya tradisionil akan bertahan, ” tutur Ida.
Hari Angklung

Sesaat Kepala Seksi Kesenian di Disparbud Jawa barat, Dudi Haryadi mengungkap kalau aktivitas diadakan dalam rencana pelestarian sekalian memperingati Hari Angklung. “Tahun ini festival dibarengi 16 peserta dari kabupaten kota di Jawa Barat, terkecuali perserta festival juga pegelaran angklung buhun tradisionil, ” tutur Dudi.

Disebutkan Dudi, potensi group angklung komune ataupun sekolah di kabupaten serta kota banyak serta selalu alami penambahan. “Hanya saja festival th. ini persiapan bertepatan dengan ujian anak sekolah, jadi peserta yang umumnya menjangkau 30 group saat ini cuma 16 grup, ” tutur Dudi.

Akan tetapi menurut Dudi, kurangnya peserta tidaklah sampai kurangi nilai-nilai pelestarian serta budaya yang akan di sampaikan. Bahkan juga mereka yang tampak dari Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab.
Cianjur, Kab. Subang. Kab. Indramayu, Kab. Cirebon, serta yang lain adalah grup dipilih dan mempunyai kwalitas.

Leave a Reply